Mengetahui dan Mengantisipasi Terjadinya Anak Alergi Susu Sapi

ASI eksklusif perlu diberikan untuk si kecil selama 6 bulan. Jika masih memungkinkan untuk ibu tetap memberikan ASI, maka biasanya bisa dilakukan hingga bayi berumur 2 tahun. Namun, seringkali pemberian ASI selama 6 bulan pun sudah sulit dilakukan, biasanya jika sang ibu merupakan wanita yang bekerja. Selain itu, kendala tak terduga lain juga mungkin saja terjadi seperti terbatasnya ASI yang dimiliki oleh sang ibu. Dalam kondisi seperti itu, biasanya susu formula menjadi alternatif. Susu formula juga biasanya menjadi kelanjutan setelah pemberian ASI eksklusif berhenti. Pemberian susu untuk si kecil sampai beberapa tahun ke depan memang penting. Pasalnya, susu merupakan salah satu sumber protein terbaik. Protein sendiri merupakan salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh si kecil dalam masa pertumbuhannya. Namun, sayangnya tidak semua tubuh anak balita bisa menerima susu formula. Anak alergi susu sapi cukup sering terjadi dan menyulitkan ibu untuk memberikan protein melalui sumber terbaik. Alergi yang satu ini tidak dapat diremehkan karena menimbulkan akibat yang cukup serius pada anak. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat akan mulai memberikan susu formula pada si kecil.

Pencegahan lebih baik dilakukan. Ketahuilah berbagai hal tentang alergi yang satu ini agar Anda bisa mencegah maupun mengatasi kemungkinan terjadinya alergi dengan tepat. Pertama, mari lebih dulu kita ketahui tentang apa itu alergi susu. Alergi susu sebenarnya merupakan suatu kelainan pada sistem imun atau kekebalan anak. Sistem imun merupakan suatu sistem pertahanan diri tubuh dari virus atau bakteri, serta segala zat berbahaya. Bagi tubuh, baik anak-anak maupun manusia secara umum, sistem imun yang kuat merupakan suatu hal yang penting keberadaanya. Sistem imun yang lemah akan menimbulkan berbagai masalah. Meski sistem imun yang terlalu kuat juga bisa saja menimbulkan masalah. Nah, pada alergi susu ini, karena kelainan sistem imun yang ada, maka sistem imun pada tubuh si kecil tidak bisa membedakan antara zat berbahaya atau allergen dengan protein susu. Akibatnya, protein susu yang masuk ke dalam tubuh si kecil akan ditolak. Ada pula masalah lain yang seringkali disamakan dengan alergi susu sapi namun sebenarnya berbeda yaitu intleransi laktosa. Keduanya sama-sama mengakibatkan reaksi tertentu terhadap susu. Gejalanya juga cukup mirip. Namun, karena penyebabnya berbeda, maka penanganannya pun menjadi berbeda. Intoleransi laktosa ini merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi laktase. Laktase merupakan enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktisa menjadi glukosa dan galaktosa dalam jumlah yang cukup. Laktosa sendiri adalah zat yang terkandung dalam susu, baik susu ASI, susu sapi, maupun susu olahan lainnya. Dengan tidak mampunya tubuh mencerna laktosa, maka hal tersebut akan mengakibatkan gangguan pencernaan.

Kembali pada alergi bayi terhadap susu sapi. Dengan adanya kemungkinan anak memiliki alergi terhadap susu sapi, maka ada baiknya sebelum memberikan susu formula, konsultasikan dulu kepada dokter anak. Apakah sekiranya kondisi anak Anda memungkinkan untuk diberikan susu formula. Anda juga sekaligus meminta saran kepada dokter tentang susu formula apa yang bisa dipilih. Jika konsultasi pendahuluan kepada dokter tidak memungkinkan, maka amati anak Anda saat mengonsumsi susu formula untuk pertama kalinya. Lihat apakah ada gejala alergi terhadap susu sapi atau tidak. Untuk itu, ketahuilah gejala alergi terhadap susu sapi agar bisa melakukan penanganan dengan sigap dan tepat. Berikut ini beberapa gejala anak alergi susu sapi yang biasanya muncul:

1. Gangguan pernafasan

Saat anak alergi terhadap susu sapi dan mengonsumsinya, maka gangguan pernafasan mungkin merupakan salah satu hal yang akan Anda lihat. Bahkan saat cairan susu baru sampai di mulut si kecil, jika memang terjadi alergi, gangguan pernafasan bisa jadi sudah langsung muncul. Gangguan pernafasan muncul sebagai reaksi terhadap allergen yang dalam hal ini adalah protein dari susu sapi yang dianggap zat berbahaya. Gangguan pernafasan yang nampak adalah sesak nafas. Perhatikan si kecil saat pertama kali mengonsumsi susu formula.

2. Menangis

Dengan gangguan pernafasan yang terjadi, tentu si kecil akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu Ia akan menangis. Selain itu, si kecil juga mengalami sulit menelan yang masih berhubungan dengan terjadinya gangguan pernafasan. Beberapa hal tersebut yang mengakibatkan si kecil akan rewel dan menangis.

3. Perut kembung, muntah, dan diare

Reaksi akan diberikan oleh bagian dari sistem pencernaan lainnya saat susu sudah tertelan. Setelah sampai pada lambung, maka yang terjadi adalah kembung dan bisa diikuti dengan muntah. Selanjutnya, reaksi lainnya adalah diare. Gejala diare bisa terjadi secara cepat.

4. Kulit gatal dan merah

Gejela fisik yang terjadi pada alergi susu juga seperti alergi pada umumnya yaitu kulit gatal dan merah. Gejala yang satu ini pun bisa terjadi secara cepat setelah si kecil mengonsumsi susu formula atau susu sapi.

5. Mata merah dan berair

Gejala fisik lainnya ditunjukkan oleh mata si kecil, Mata si kecil akan menjadi merah dan berair. Bisa juga diikuti oleh mata yang gatal. Maka si kecil akan semakin tidak nyaman dan mungkin akan semakin banyak menangis. Tetaplah tenang dan tenangkan di kecil.

Jika gejala anak alergi susu sapi di atas terjadi, maka segara bersihkan mulut si kecil dari susu, kemudian bawa ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat. Pencegahan lain bisa Anda lakukan dengan melakukan pemilihan susu formula yang tepat. Hal inipun bisa Anda konsultasikan dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *